Di Bawah Bendera Revolusi

Para sahabat, teman teman dekat dan semua saudara sesama bangsa Indonesia. Di bulan ini, bulan dimana bangsa indonesia, 65 tahun yang lalu menghentak dunia, bulan  dimana cita 2 bangsa selama ratusan tahun tercapai, perjuangan yang mencapai puncaknya dari zaman Pangeran Diponegoro sampai Soekarno. Bulan itu dimana semua musuh berhasil kita usir dari tanah air tercinta, Indonesia. Bulan yang sama ketika seluruh umat islam Indonesia menjalankah ibadah puasa ramadhan dan menjadi saksi pengibaran Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya, sebagai simbol kemerdekaan.

Dan sekarang, puluhan tahun setelah itu, puluhan tahun setelah musuh2 kita usir dari ibu pertiwi, puluhan tahun setelah paduka yang mulia, Soekarno memproklamirkan kemerdekaan, sebagai jembatan emas untuk Indonesia  membangun jiwa dan raga. Apa yg telah dirasakan bangsa indonesia ? Kemakmuran ? Kebahagian ? Kesejahteraan ? Jawablah wah hai engkau anak 2 ibu pertiwi ? Lihatlah apa yang telah dihasilkan dari kemerdekaan yang kita agung – agungkan, dengan jiwa yang berglora. Maka keluarlah sekarang dari khayal mu dan bacalah dgn seksama.

Kita lihat dijalan-2 kota surabaya dimana tulisan ini dimulai, di malam hari para gelandangan tidur beralaskan tikar, berselimutkan sarung. anak – anak  usia sekolah, dibawah lampu lalu lintas, mengamen memegang gitar kecil, berdagang koran,  mengemis diantara deretan mobil mewah.Para ibu kesulitan memberi anaknya susu diantara lautan susu yang dimonopoli para penguasa, para bapak kesulitan menyuapi anaknya dengan nasi diantara lumbung padi yang dikuasai negara, negara yang dulu memerangi penjajah setelah merdeka  menjelma menjadi V.O.C, alat hisap Belanda untuk menyedot kekayaan alam Indonesia. Apakah ini hasil kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan ?

Jikalau kenyataannya masih begitu ? merdekakah bangsa ini ? belum, belum, kita masih jauh dari tanda2 merdeka saudraku.  Lalu siapa yang kemudian  bertanggung jawab ?  apakah pemerintah ? Seperti diketahui kita tidak bisa lagi berharap dan mungkin menghapus semua harapan itu, pada pemerintahan saat ada ini. Sadarlah dengan sesadar – sadarnya kitalah, kita semua mempunyai tanggungan dan wajib mendapatkan jawaban atas semua persoalan, yang sedang dihadapi Indonesia tercinta, tanpa terkecuali.

Maka melihat kondisi bangsa yang makin tidak jelas visi dan misinya. Dengan semangat berapi – api berkobar untuk mengembalikan, cita – cita para pendiri bangsa. Sejak saat ini, detik ini, di blog tercinta ini,  akan di dihadirkan pemikiran – pemikiran Bung Karno, Putra Sang Fajar. Seorang putra bangsa yang cahayanya menerangi Indonesia dari dulu hingga saat ini. Cahaya pemikiran beliau sebelum, dan sesudah kemerdekaan, tertulis rapi penuh inspirasi, dalam bukunya di bawah bendera revolusi. Selamat menikmati

468 ad

13 Comments

  1. betul sekali indonesia masih dijajah..

    [Reply]

  2. saat nya kita bangkit dari penjajahan ini bung neo :army:

    [Reply]

  3. Sejak saat ini, detik ini, di blog tercinta ini, akan di dihadirkan pemikiran – pemikiran Bung Karno, Putra Sang Fajar. Seorang putra bangsa yang cahayanya menerangi Indonesia dari dulu hingga saat ini. Cahaya pemikiran beliau sebelum, dan sesudah kemerdekaan, tertulis rapi penuh inspirasi, dalam bukunya di bawah bendera revolusi<———-termasuk pemikiran beliau yang sukak plesir ke Jepang itu ya!!

    [Reply]

    sashimiboy Reply:

    Kalo bukunya yang seberat kira – kira 5 kilo, untuk sementar belum menemukan pemikiran beliau yang suka pelesir ke Jepang :D
    memang sich punya istri Jepang yang cantik itu :wowcantik:

    [Reply]

  4. Owh ya ya ya :)

    Merdeka memang banyak artinya, tapi tetap nikmatilah kemerdekaan yang kmu rasakan saat ini :)

    Bu lok nyari template Wp yang keren kayak gini dimana ya???

    [Reply]

  5. blognya keren . kunjungi blogku juga ya

    [Reply]

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco