Belajar MY SQL ( Soul Quest Love )
Malam semakin larut, nyamuk – nyamuk memulai gigitannya dengan maut, badan yang semakin lelah, terlihat dari wajah yang makin carut marut, mata yang sipit ini semakin terlihat terkatup, hingga perlu diurut dengan lembut. Ditengah ketidak nyamanan, yang sudah mulai terasa akut
Sesuatu terjadi, sungguh Dasyat, bagai sebuah keajaiban, tak ubahnya yang diceritakan dalam kitab – kitab yaitu : Kejaiban akan datang disaat yang sudah ditentukan, dan hanya keyakinan tulus, yang menyelamatkan manusia, ditengah – tengah pikirannya yang kalut. Fenomenalnya, gambaran dramatis tentang rasa kantuk tersebut, tiba – tiba menghilang seiring dengan datangnya keajaiban, Saluttt !!!!
Keajaiban, seperti pengalaman Musa ketika mengkonversi tongkatnya menjadi ular dan melahap ular – ular klenik para dukun. Begitu pula mata ini, kembali terbelalak secara seporadis, karena kuis tengah malam mampu melahap rasa kantuk tanpa sisa. Bukan karena diurut pembawa acaranya yang pasti bisa bikin cemut – cemut, bukan, bukan itu dan bukan pula karena dia bertingkah seperti model iklan Oreo yang dicelup, dijilat kemudian diemut.
Namun, ada stimulasi kuat yang memang sudah diskenariokan tim kreatifnya, sehingga membuat para pemirsa memasuki alam hayal. Hingga sensasinya terasa dari ujung kaki sampai ubun – ubun. Cara pembawa acara kuis tengah malam, seperti itulah yang dinanti sekaligus dibenci, karena dirasa kurang patut.
Dalam keheningan tengah malam disaat malaikat bersiap menurunkan berkah alam, disaat kebanyakan manusia sudah mulai terlelap setelah seharian bekerja, dan sebagian lagi berdoa mengharapkan berkah. Maka seketika itu dari tayangan kuis tengah malam, dimunculkan jawaban doa dan berkah berupa, wanita cantik, sexy, minimalis
dengan kemampuan khusus menurunkan rezeki berhadiah hanya dengan menelponnya. Siapkah dia?
Sebut saja wanita minimalis pembawah rezeki tengan malam itu, dengan sebutan Bunga. ![]()
Penampilan bunga tengah malam itu sungguh minimal dalam berpakain dan maksimal dalam menarik perhatian. Sangat disayangkan jika dilewatkan, oleh lelaki bujang usia produktif, yang barusan kehilangan semangat bekerja ketika melewati tengah malam, hanya duduk termangu menikmati kopi pahit
buatan sendiri. Jika tidak salah duga tayangan ajaib yang dibawakan Bunga sebagai penarik perhatian itu, memanglah dirancang khusus untuk para lelaki yang telah lelah didepan layer LCD 17 inci, supaya tetap bersemangat menghadapi pelanggan yang terlalu menuntut pelayanan maksimal dengan harga yang minimal ![]()
Kenapa Bunga begitu menarik perhatian, kita tanya Sashimiboy ?
Perhatian adalah proses mental ketika stimulasi atau rangkai stimulasi menjadi menonjol dan kesadaran akan stimulasi lainya mulai melemah. Demikin difinisi yang diberikan oleh Kenneth E. Andersen ( 1972 : 46 )
Dalam proses mental seorang pria yang sedang beruapaya mengkoneksikan script mendapatkan wanita berlesung pipi, berwajah oriental, berbudi sehalus sutra India hingga senyumya terlihat sangat manis. Dengan database yang hampir tersimpan lama, mendekati satu tahun dan pada pertengahan 2010 ini, ternyata upaya pengkoneksian selalu terhalang oleh ketidakmampuan hati untuk melewati rasa takut akan kegagalan ( connection database error ).
Tentunya harapan itu masih tetap dan akan selalu ada. Masih berharap jika sudah terkoneksi nantinya, bisa menikmati tampilan akses permisson smile
Kaitanya dengan ketidakmampuan mengakses permission smile karena kegagalan koneksi tersebut, tentunya diperlukan target lain yang bisa dieksekusi sekedar menjadi hiburan sesaat, ditengah perjuangan yang melelahkan. Maka seakan fatamorgana di tengah sahara. Stimulasi menonjol dari seorang wanita bergaun minim warna merah, dengan tutur kata yang diatur dengan nada rendah untuk meninggikan gairah, rambut hitam lurus disisir dengan belahan samping dan belahan lembahnya makin menonjol lantaran balutan gaun warna merahnya “disengaja” kekurangan kain, bagian yang walau tidak ditonjolkan akan masih tetep terlihat begitu.
Apakah yang sedang dilakukan Bunga dalam acara itu, kita tanya Sashimiboy ?
Apa yang kita perhatikan ditentukan oleh faktor – faktor situasional dan personal. Faktor situasional terkadang disebut sebagai determinan perhatian atau penarik perhatian ( attention gatter ) Stimulasi diperhatikan karena mempunyai sifat yang menonjol, antara lain : Gerakan, Intensitas, Stimulasi, Kebaruan dan Perulangan
Kita lihat apakah bunga telah menerapkan teori penarik perhatian seperti buku yang ditulis di buku Psikologi Komunikasi oleh Drs. Jalaluddin Rakhmat
GERAKAN : Tidak banyak gerakan yang dilakukan bunga, dari keseluruhan bagian tubuhnya, hanya mulutnya yang paling banyak bergerak, karena dia hanya duduk santai, sesekali merubah posisi duduknya, sambil merapikan rambutnya, entah itu untuk merapikan atau menggoda para pemirsa untuk mengirim sms atau menelpon.
INTENSITAS : Perhatikan gambar diatas, pemakain gaun warna merah bertujuan untuk lebih menonjolkan Bunga sebagai pembawa acara daripada hadiah yang ditawarkan, sehingga pembawa acara sukar lolos dari perhatian pemirsa. Tanpa disasari pula di paragraf awal kata yang di blok merak lebih diperhatikan dari kata lainya.
KEBARUAN : Hal yang bersifat baru bisa dimanipulasi, dengan menonjolkan hal biasa menjadi luar biasa, dari barang yang menjadi hadiah. Penonjolan hal baru di kuis tengah malam ini, tentunya bagi Bunga hal sulit.
PERULANGAN : Kata yang paling sering diulang Bunga “ayo dong yang cepat telp “, “bangun, bangun” yang disertai sedikit variasi. Perulangan juga mengandung unsur sugesti mempengaruhi bawah sadar kita
Apa yang dilakukan Bunga di tengah malam itu sungguh menginspirasi, untuk memberanikan diri ini mengkoneksikan MySQL sehingga harapan untuk mendapatkan permission smilenya menjadi nyata, Gracias Bunga malamku ![]()
10 Comments




terkesan menggoda sepertinya
[Reply]
sashimiboy Reply:
August 8th, 2010 at 17:30
pernah liat acaranya ta mbak ndutz ?
[Reply]
haha emang sih acara gituan banyak hadir ditengah malam
apalagi kalo ada siaran langsung sepakbola malem2
yang bawain acara nya juga menggoda banget
hahaha
[Reply]
sashimiboy Reply:
August 6th, 2010 at 23:04
Benar prof, ternyata di waktu malam ketika pikiran mulai terbawa alam bawah sadar…. ,mereka para pembawa acara kuis tengah malam mulai merasuki pikiran dan jiwa yang sudah lelah…
[Reply]
penerapan teori komunikasi psikologi yang berhasil menggoda
[Reply]
inilah yang dinamakan fase “trance”..

upz..
[Reply]
sashimiboy Reply:
August 8th, 2010 at 17:54
apa gan trance ?
acaranya di TPI gan bukan di trans tv…..
kalo sering liat ini jadi pgn
[Reply]
Wekekeke… dulu pernah nonton. Saya fikir dah gak ada lagi. kayaknya patut ditonton lagi nie.. pa lagi sekarang dah nikah, jadi kalo SQL nyambung tinggal enter
[Reply]
sashimiboy Reply:
August 13th, 2010 at 07:54
Wkwkk…. iya kalo SQL nya mas Rian bisa langsung konek, kalo saya kan masih bonek
makanya, mau nonton kuis tengah malam berapa kalipun tetep gak konek – konek
[Reply]
Huahahahahaha acara kuis kayak gitu masih ada ya?
Pernah baca di koran banyak yang protes, katanya itu nipu…
[Reply]