Nabi Adampun backpackeran di Indonesia

Selama setahun ini mengunjungi beberapa tempat di Indonesia. Saya makin menyadari, bahwa negeri ini dulunya adalah “surga dunia” dimana tempat Adam diturunkan. Begitulah, saya mendengar berita itu dari orang Maiyah, bahkan dengan detail mereka mengatakan Papua lah tempat Adam diturunkan pertama kali. Salah satu pulau besar Indonesia yang kekayaannya bisa membeli seluruh daratan Eropa.

:angel

Dulu cerita dari orang tua, Adam ( jangan lupa tambahkan Nabi ) ketika diturunkan ke Ibu Pertiwi, Sang Ibu Bumi. Beliau langsung berwujud secara fisik dan bersifat materi. Akibat melanggar warning Yang Maha Suci. Menikmati buah khuldi, sebuah simbol kenikmatan duniawi. Maka pantaslah, kemudian beliau diturunkan ke dunia sesuai dengan niat awal penciptaanya, Khalifatul Fil ard ( semoga saya tidak salah tulis istilah arab ini^^ ).


Setelah terpisah dari Hawa, ber traveling rialah Adam mencari kekasih hatinya. Misalnya, kalo boleh mewakili perasaan Adam pada waktu itu. Tentu pencarian itu tidak terlalu membosankan, karena negeri ini, tempat beliau membumi pertama kali adalah turunan surga, tiada duanya di dunia lain. Terlalu indah untuk ditinggalkan.

Ibaratnya kata Cak Nun “Surga pernah bocor dan bocorannya itulah Indonesia” ah tapi dalam cerita ini kan dia harus mencari Hawa ke sebuah negeri bukan untuk tinggal di bocoran surga.

Indonesia, sungainya yang mengalirkan air yang jernih dari pegunungan, laut yang biru nan aduhai, pantai yang eksotis, aneka tumbuhan mendiami hutan rimbanya. Disini juga kau bisa minikmati gugusan pulau – pulau yang indah, orang barat menyebutnya Archepilago. Kalau kau melihat pulau – pulau kecil di Lombok atau Karimun Jawa, rasa – rasanya ingin tinggal disitu sampai malaikat maut menjemput.


Singkatnya, Tuhan masih baik hati, hanya “mengusir” ( jika masih boleh disebut begitu ) Adam ke negeri ini, tidak di negeri lain yang kering kerontang, gersang, sudah sandang pangan. Tanpa variasi tumbuhan dan hewan yang beraneka ragam bentuk dan gunanya bagi kehidupan manusia yang beradab.

:nosara

Dengan iklimnnya yang tropis, negeri ini sangat indah sekali dan nyaman untuk ditinggali. Memang saya belum pernah sekalipun ke luar negeri dan tidak bisa membandingkan hidup di negera lain. Bagi saya yang hidup di tanah Jawa, keinginan saya masih sebatas ingin mengeliling tempat – tempat di Indonesia dan saya yakin, haqqul yakin bahkan, kalau Di Indonesia tidak ada tempat yang tidak indah, semuanya mengagumkan.


Selama ini, di era modern, keindahan itu sementara bisa dirasakan dengan menyaksikan langsung melalui televisi, membaca majalah, atau buku – buku tentang traveling yang saat ini makin banyak beredar. Percayalah, semakin saya sering jalan – jalan, rasanya itu seperti candu, membikin ketagihan. Hampir setiap bulan saya membawa tas dan sandal Eiger kesayangan saya untuk menyebrang ke pulau lain.

Kembali ke Adam, rasanya terlau dramatis kalo beliau dalam masa pencarian Hawa tepatnya. Digambarkan penuh kesedihan dan kesepian di tengah alam Indonesia yang memiliki daya magnet ini, menarik siapapun tanpa batas. Bisa jadi ketika pertama kali bertemu Hawa di Jabbal Rahma ( Bukit Kasih Sayang, God Damn )

Adam berkata, “Have You Ever Visit Indonesia ? There are a lot of beautiful view in Indonesia

Semoga dengan kehendaknya cerita ini masih bisa disambung

468 ad

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco